Untitled Document
 


Untitled Document
.KITAKITA
:: Jika Anda di Panyingkul ::
 
 KABAR KITA
 
 BERANDAKITA
Kegilaan, Dari Cinta Mati di Pulau Rajuni Hingga Riwayat Kadang
:: Ivan Firdaus ::
Baba Guru, Mengenang Film Rhoma Irama di Klenteng Galesong
:: Kamaruddin Azis ::
Mengagumi Tenun Troso, Mengenang Tenun Sengkang
:: Suryadin Laoddang ::
Perempuan Besi di Gunung Perak (2-selesai)
:: M. Aan Mansyur ::
Perempuan Besi di Gunung Perak (1)
:: M. Aan Mansyur ::
 
 RISETKITA
Rasa Takut : Yang Dicitrakan, Yang Dipelihara
:: Aria W. Yudhistira ::
Risetkita: Pramoedya versus Sejarah Resmi
:: Nurhady Sirimorok ::
Hikayat Rumpon Nelayan Mandar
:: Muhammad Ridwan Alimuddin ::
Di Makassar Pernah Ada “Negeri Wajo”
:: Nurhady Sirimorok ::
Surat Itu Ditulis Upas kepada September
:: Nurhady Sirimorok ::
 
 BUKUKITA
 
 KATAKOTAKITA
Kenapa si Gondrong yang Maju?
:: Ivan Firdaus dan Mustamin al-Mandary ::
Karena ‘Rewa’ Badan Binasa
:: Sudirman Nasir ::
Yang Okkot, yang Salah Sambung
:: Nursamsu danTusiana Noor Alfisyahr ::
Kandala`ka`, Kusta Bila Dusta
:: Panyingkul ::
Ayo, Si(ng)kat Terussss..!
:: Panyingkul! ::

 
 TAHUKAHKITA
 

.
 ::
Jumat, 28-09-2007 
Analisa
M'Tos, Si Centil di Kawasan Pendidikan
:: Winarni ::


Pengunjung memadati M`tos di hari pertama soft-opening.
Foto: Syaifullah.


Citizen reporter Winarni, mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar yang menekuni bidang perencana wilayah kota menuliskan analisanya menyambut pembukaan Makassar Town Square atau M`Tos. Alih-alih merasa bangga, ia justru mengaku sedih dan malu. (p!)
 
Ada rasa malu luar biasa yang berkelebat di hati saya, di kala sebuah mal baru begitu riang membuka diri. Makassar Town Square yang lebih keren di sebut M’Tos telah dibuka untuk umum sejak tanggal 26 September. Bagi saya, seorang mahasiswa yang mendalami perencana wilayah kota, pembukaan mal baru ini merupakan pukulan yang amat dahsyat.

Wacana mengenai mal ini terus menggema di sudut kota, bukan hanya karena kemegahan bangunan dan lokasinya, tetapi juga implikasi yang ditimbulkannya. Macet sepanjang hari adalah salah satu di antaranya.

Pembangunan mal ini memang sangat fenomenal. Dilihat dari sudut pembagian wilayah dan fungsi kota, tentu mal ini telah menyalahi aturan. Lokasi Tamalanrea dalam pembagian tersebut diperuntukkan sebagai wilayah pendidikan (perguruan tinggi) dan pemukiman. Pangsa pasar yang ingin didekati mal ini tentu jelas, mahasiswa dan civitas perguruan tinggi.

Godaan bagi mahasiswa
Bagi mahasiswa di Tamalanrea, sekarang mereka sudah bisa berkata: “Ada mal di dekat kampus..”. M`Tos memang menggiurkan dengan kehadiran Ramayana, Studi0 21, Cafe Black Canyon, Dunkin Donuts, KFC, dan beberapa gerai lain yang sangat menggoda konsumen kalangan muda. Saya tiba-tiba teringat, bagaimanakah warung internet dan taman baca berbasis komunitas yang cukup banyak tersebar di Tamalanrea akan bersaing dengan M`tos. Apakah mahasiswa lebih banyak tersedot ke mal, yang jaraknya hanya sepelemparan batu dari kampus? Pola hidup hedonis dan konsumtif akan makin gencar menyerang saraf otak mahasiswa. Ajakan antar mahasiswa, “Yuk, ketemuan di M`tos saja!” akan semakin sering terdengar.

Dilihat dari sudut pandang ekonomi, lokasi mal ini memang sangat strategis. Pembangunannya di Jalan Perintis Kemerdekaan menargetkan konsumen yang berada di timur kota Makassar. Apalagi sebagian besar daerah timur adalah pemukiman, maka jumlah penduduk yang akan digaet tentu sangat banyak.

Pada soft opening hari pertama, ratusan orang berjejal luar biasa. Sejak pagi hingga malam, ribuan orang memenuhi mal tersebut. Memang begitulah, tempat baru selalu mengundang rasa penasaran.

Beberapa masalah
Dari analisa transportasi, M’tos sebenarnya menimbulkan masalah. Letaknya yang berdekatan dengan Alfa Toko Gudang Rabat dan Harapan Baru Departement Store, menciptakan titik kemacetan di Jalan Perintis Kemerdekaan, yang menjadi poros utama akses ke dalam dan ke luar kota. Pengguna jalan akan memperlambat laju kendaraan dan volume kendaraan di titik tersebut akan meningkat. Hal ini diperparah dengan adanya pengalihan fungsi jalan di depan mal menjadi lahan parkir yang dapat memperkecil lebar jalan. Ironisnya, jalur pedestrian tak ditemukan di depan mal ini. Kalau begini keadaannya, ke mana gerangan pertimbangan kemanusiaan pembangunan mal terkeren yang tak berpihak pada pejalan?

Untuk masalah lingkungan, mal ini terletak di sempadan sungai yang seharusnya menjadi daerah resapan air. Bukan rahasia lagi, daerah Tamalanrea kerap menjadi langganan banjir di musim hujan. Hal ini di sebabkan menjamurnya rumah toko (ruko) di sempadan sungai yang seharusnya menjadi daerah resapan. Akibatnya, air hujan tidak lagi terserap ke dalam tanah tetapi mengalir ke sungai sehingga menyebabkan naiknya volume air sungai.

Kita sama-sama menyaksikan, kesalahan pembangunan di Kota Makassar yang tidak memperhatikan aspek lingkungan, terulang lagi.

Sebagai seorang mahasiswa perencana kota yang menekuni begitu banyak teori tata kota yang manusiawi dan ramah lingkungan, saya justru bersedih di hari pembukaan M`tos. Mengapa begitu banyak pengambil kebijakan dan pemilik modal yang seakan buta dan bisu melihat fenomena kerancuan tata ruang kota ini? Seakan ini adalah hal yang wajar dan pantas di terima. Hati saya menangis. Di hari pembukaan M`tos, saya adalah mahasiswa perencanaan kota yang telah kehilangan taring. Tak berdaya. (p!)

*Citizen reporter Winarni dapat dihubungi melalui email winarni@panyingkul.com

| Beri Komentar| Jumlah Komentar (22) |

Komentar :

21-12-2007
Dari : cora-arsitektur UH_01 | egilarchie_01@yahoo.com
kase' cepat selesai kuliahmu semua... baru gusur smua itu mall.. ok!

05-12-2007
Dari : fitorydesu |
uduh turyt prihatin deh kota makassar..kota makassar khan kecil..jadi tak muat untuk mall yang banyak,,sekarang nih kita bingung dimanasih sebenarnya kawasan perdagangan, kawasan pendidikan, kawasan wisata sauanya campur aduk..capek deh di tambah lagi polusi yang merajalela

13-11-2007
Dari : cakepalam | cakepalam@gmail.com
jangan meki protes terus tentang m`tos,, bayangkanmi saja berapa banyak tenaga kerja di pakai artinya itukan mengurangi lagi jumlah pengangguran, yang lain mungkin enak2 saja protes karena banyak uangjie tp kaya2 saya kodonG ? darimanaka ngocci doe' ? jadi kita harus mendukung pembangunan yang pentingkhan tidak nagusurjie rumahnu ....wkwkwkwkwwkwkwkw k

06-11-2007
Dari : athar | athar_mks@yahoo.com
sekarang mall itu telah berdiri dan tidak bisa dibongkar lagi. karena terletak di wilayah untuk pendidikan alangkah baiknya dalam mall tersebut dilengkapi fasilitas yang ada hubungannya dngan pendidikan, misalnya cafe baca yang dilengkapi dengan buku2 yang lebih lengkap dari tempat2 baca yang sudah ada di wilayah tamalan rea. atau fasilitas lainnya yang ada hubungannya dengan fungsi tataruang wilayah tamalanrea

01-10-2007
Dari : wal_blue | awal_mbojo@yahoo.com
Kalau Lombok digelar dengan kota seribu mesjid, kemudian Aceh dengan Serambi Mekkah, lantas apa yang pantas kita sandingkan dengan Kota Makassar yang kita cintai ini??? pastinya hampir semua comment yang saya baca untuk tulisan ini bernada "sinis" Artinya jawaban atas pertanyaan saya sudah bisa ditebak,...!!! Entah dimana,..saya pernah mendengar bahwa Makassar dijuluki sebagai "Kota Mall" nah kalo dilihat dr pembangunan mall hari ini, mungkin sangat wajar kalo kita memberi gelar seperti itu,..kala saya tidak salah hitung, ada 8 (delapan) Mall yang sudah tersebar di kota makassar,..lantas bagaimana penyikapan kita lebih lanjut???...

30-09-2007
Dari : Daeng Gajang | syamsusalewangan@yahoo.com
Kekuatan kapitalisme memang telah menjadi monster yang nyata - nyata meruntuhkan sebuah idealisme. Bayangkan Yogya saja yang nota bene kota pendidikan dan budaya tidak berdaya menghalau arus kapital yang masuk dalam bentuk mall apalagi Kota Makassar yang memang penguasanya adalah para saudagar dari negeri penyamun.

30-09-2007
Dari : takha |
duhhh..turut prihatin juga dengan pembangunan makassar yang makin gak jelas, seperti gak ada master plan-nya. dulu pun waktu awal pembangunan Ramayana Pettarani, sempat juga terkaget2 karena setahu saya kawasan ini peruntukannya untuk perkantoran, tapi kemudian disusul dengan pembangunan kawasan ruko yang terkesan jor2an karena sampai hari ini belum tentu semuanya laku, belum lagi pembangunan hotel di ujung pettarani yang akhirnya kemudian berdampak para pengguna pete2 (apalagi 07) yang terpaksa harus berjalan lebih jauh lagi untuk cari tumpangan. Lebih aneh lagi kalo kemudian kawasan Perintis juga (ikut2an) dibanguni mal. Dulu belum ada mal saja, baru ada alfa, kita seakan sudah akrab dengan kemacetan, padahal jalur alternatif kita cuma lewat tol kalo perintis macet. sepertinya warga makassar akan makin akrab dengan kemacetan, kalo pun ada sisi baik, itu hanya dirasakan segelintir orang, hanya mahasiswa hedonis yang akan diuntungkan karena tempat kongkow sembari bolos kuliah kini hanya perlu 10 menit sudah sampe. akhhh...makassar memang kini telah (dan akan makin) berubah.

30-09-2007
Dari : avif-seattle | avifx1@yahoo.com
Sebenarnya konsultan tata kotanya makassar, anak unhas asli (biar lebih jelas) namanya Ramadhan Pomanto alias Dani Pomanto, anak arsitek angk.83(kalo gak salah) jadi teman2 alumni unhas dan adik2 yg masih kuliah di Tamalanrea,yang merusak makassar itu anak unhasji juga, mulai dari walikota sampai staf2 nya dan DPRD nya..... sama2ji farakang doi...semuanya mata duitan... kasianna de...kotaku....

30-09-2007
Dari : avif-seattle |

29-09-2007
Dari : Nia |
Saya juga nda bangga ji dibangun apa namanya, saya menyingkatnya dengan MTS (biasa ikut dengan mall yag lain). Makanya waktu hari pembukaan itu, lewatja' saja tp untung nda dapat macet. Jadi gmn kalo pengunjung Panyingkul tidak usah injak MTS. Saya hanya bisa berharap semoga muncul calon-calon perencana kota & pengambil kebijakan yang manusiawi & tetap manusiawi kalau sudah terjun di lapangan.

28-09-2007
Dari : Anak Tamalanrea |
Walikota memang hebat. Beberapa wkt lalu saat bicara soal tata ruang, panjang lebar dia katakan bahwa tamalanrea akan jadi pusat pendidikan (tapi ada m'tos yg tak tentu masuk bagian mana dari pendidikan), pettarani jadi pusat perkantoran (tapi ada satu hotel berdiri tanpa jelas maksdunya), sudirman jadi pusat bisnis sampe sekolah mau digusur, dll. Semua alasan kemacetan dibantahnya dan selalu punya kilah. Soal Amdal, itu bagian perguruan tinggi yg biasa kasi laporan independen. Nah, soal M'tos ini, kayaknya ada perguruan tinggi yg selau percaya mitos dan akhirnya lebih memilih menyetujui pembangunan mall di tamalanrea daripada perbaikan saluran air dan pelebaran daerah resapan air. Atau masyarakat kita yang suka mitos jadi sebab terbangunnya m'tos? Pak walikota seharusnya bisa menjelaskan mitos ini.

28-09-2007
Dari : Andy |
Kasian juga liat Makassar jadi semrawut, apalagi dengan adanya M'Tos. Melihat lokasi M'Tos dekat dengan pusat pendidikan, memperlihatkan bahwa pengambil keputusan dan wakil rakyat kota ini tidak pernah memperhatikan masalah pendidikan. Beginilah kalo yang diutamakan cari duit melulu, AMDAL jadi degradasi terus. Kalo mau jujur, Kota Malang atau Balikpapan yg hampir sama gedenya dengan Makassar masih jauh lebih rapi. Wakil Presiden kita yang dari SULSEL, apakah Mks akan penuh dengan Mall? Apakah tempat belajar juga nantinya harus digusur kalo tanah buat bangun Mall abis?

28-09-2007
Dari : Ipul | Ipulji@yahoo.com
untuk kapiti-piti yang tidak piti2..hehehe, konsultan tata kotanya Makassar alias org yg paling dipercaya p'Aco dlm urusan tata kota sayangnya bukan ahli tata kota betulan....tanyak maki...banyakji itu org yg tauki...

28-09-2007
Dari : Kapitipiti | kapitipitie@yahoo.co.jp
Untuk penulis: tidak adakah seniorta yg kita kenal kerja di kotamadya ? Atau siapa yg kerja menjadi perencana kota ? Bagus disebut namanya, setidak-tidaknya jadi teguran moral untuk tidak mengulangi kesalahan yg sama. Saya yakin orang-orang tersebut tentu masih punya hati , tidak mau menjadikan Makassar menjadi hutan mal dan membuat masyarakat menjadi masyarakat konsumtif .

28-09-2007
Dari : fikri |
deeeh...apanya kweren ni mall???jelle'nyaji!! !!hari 1 saya ma tmnQ ke sana skdar lyat2jie!!!!!sudah sempit,kecil, jelle'...pokonya koddala'ji dech,....banyaknya tong ituw kodonk wong deso yg datang,n mungkin krn kecapean tunggui mall ampe buka (skalianmi buka pintu bareng2 satpam,hihihi...) ada tommi yg sampe duduk2 di pntu masuk,di bwh tangga,n mmmm.....di mn lg di? pokoke tersebar ke seluruh penjuru matos (apa coba),yaaa...makluml ah katro'-katro' dulu di hari pertama. pokoknya nyeseLL dech ke sono noh!!!!!

28-09-2007
Dari : Choel | choel@mallarangeng.com
Selintas senang juga melihat perkembangan kota makassar, tapi sebenarnya yg jauh lebih saya rindukan adalah kehadiran "Public Library Makassar" yg besar dan megah ditengah kota dipenuhi dgn ribuan buku2 kelas dunia, latest jurnal, tempat study anak muda kita agar bisa duduk sejajar dgn bangsa manapun didunia ini.. delivering equal opportunity to win the future! and FREE. What a dream..

28-09-2007
Dari : I Noentoeng |
Mall mall mall, sanging paka mall(a), kenapaka kasiang ndak di Sungguminasa saja di bangun? atau di Marusu? Biar bisa mnegurangi alur deras pabalanja dari segenap penjuru? Supaya ndak macetmi Urip na Alauddin? Supaya mahasiswa semakin on time kalo pigi kuliah? supaya ndak bolosmi pi kuliah....(mentong malas kapang!!!!????? hihi kiddingji)

28-09-2007
Dari : Ipul | Ipulji@yahoo.com
Inart...tulisanmu bikin sedih cess, sy membayangkan bagaimana kacaunya kota kita di masa depan. padahal kan seharusnya Makassar masih lebih gampang diatur daripada kota2 kayak Jakarta n Surabaya yg lebih kompleks. tapi ya itu, sayang sekali tidak ada antusiasme dari kaum pemegang kekuasaan untuk mengarahkan kota ke tingkat yang lebih manusiawi....salam buat Inart, tetap berkarya cess...

28-09-2007
Dari : Mus |
Winarni, pertanyaanmu yang terakhir benar-benar menusuk. Tapi pemerintah berdarah ndak ya? Siapa tahu tusukannya Winarni ndak ngaruh karena pemerintahnya ka'bala' kayak bissu?

28-09-2007
Dari : syamsoe | toyotague
apa ikon baru yg ditawarkan dari m'toz? apa adami fasilitas iceskating.. ato hotspot? kan area pendidikan yach?.. makassarku kodong, tambah ramai mi dgn mall..

28-09-2007
Dari : rusle' | muhruslee@gmail.com
apa rencana berikutnya pak Wali ya? sedih juga baca ulasan inar.

28-09-2007
Dari : idda | isdarmks@yahoo.com
Jangan heran tentang tata kota makassar, dari aspek lingkungan dll. Soalnya Pak wali sekarang kelihatan kejar setoran untuk pilkada tahun depan. coba lihat di Jl Ratulangi yang peruntukan perumahan malah ada Pom Bensin akan mau didirikan. jadi intinya pak wali dan kelompoknya pasti kejar setoran tanpa melihat aspek lain. Untuk itu mata kita sudah melihat lebar-lebar, hati kita semoga tidak buta untuk memilih walikota berikutnya mari kita pilah yang lebih baik untuk makassar nanti, dan seterusnya. jangan pilih de....



 :: CITIZEN REPORTER
Makassar di Panyingkul!: Sebuah Persembahan
(Kamis, 12-07-2007)
Ayo Bergabung di Panyingkul!
(Minggu, 29-04-2007)
Catatan Sederhana Para Citizen Reporter
(Selasa, 31-10-2006)
Tentang Citizen Reporter dan Rubrik di Panyingkul!
(Rabu, 11-10-2006)
Riuh Rendah di Panyingkul!
(Rabu, 16-08-2006)

Untitled Document
 :: DUNIA SEGIEMPAT KAREBOSI






 :: PILKADA




 :: ALBUM PUASA 2008




Untitled Document
 :: KONTAK TIM PANYINGKUL!

Email Redaksi :

redaksi@panyingkul.com

Tim:
yus@panyingkul.com
+62 813 226 80844

Moch. Hasymi
+62 811 955 954


© Juni 2006 - Panyingkul.com All Rights Reserved
Desain Web : Nesia Andriana -- Supported by: Yuhardin