|
|
| . |
| ::
|
| Senin, 20-08-2007 | Merayakan Kemerdekaan di Puncak Bawakaraeng :: Winarni ::
| Mengibarkan merah putih di puncak Bawakaraeng. Foto: Winarni.
Citizen Reporter Winarni memilih merayakan HUT Proklamasi RI ke-62 di puncak gunung Bawakaraeng. Hal yang sama juga dilakukan ratusan pendaki yang tergabung dalam berbagai kelompok pencinta alam. Rasa persaudaraan dan semangat menaklukkan jalan terjal menuju puncak adalah cara untuk menghayati makna perjuangan mencapai kemerdekaan. Berikut catatan perjalanannya. (p!) | Tiap komunitas memiliki cara sendiri memperingati hari kemerdekaan RI. Bagi para kelompok pecinta alam, mendaki gunung adalah pilihan yang laing tepat. Mereka memiliki cara tersendiri untuk memperingati tanggal 17 Agustus setiap tahunnya, yakni dengan mengibarkan bendera di puncak gunung. Lokasi paling favorit untuk melaksanakan upacara bendera bagi pendaki di Makassar dna sekitarnya adalah Gunung Bawakaraeng.
Secara administrasi Gunung Bawakaraeng terletak di Kabupaten Gowa dan secara geografis terletak di antara 119o 56’ 40” BT dan 05o19’01” LS. Untuk mencapai puncak Gunung Bawakaraeng dapat di tempuh dengan tiga jalur. Jalur pertama dari Lembanna, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa. Jalur kedua dari Tassoso, Kecamatan Manipi, Kabupaten Sinjai. Jalur Ketiga dari Lembah Karisma. Untuk jalur terakhir ini biasanya dilalui oleh para pendaki yang sebelumnya telah mencapai puncak Gunung Lompobattang dan meneruskan perjalanannya menuju Gunung Bawakaraeng. Puncak Bawakaraeng yang datar dan luas menjadikan lokasi ini tempat favorit para pecinta alam untuk melaksanakan upacara bendera.
Sejak Kamis pagi (16/8), satu per satu tenda mulai terpancang di pos 10. Tenda dengan berbagai ukuran dan kondisi, milik para pendaki terus memenuhi tempat dengan ketinggian 2.836 meter tersebut. Kabut yang terus menebal tidak menghalangi niat mereka. Hingga malam mengganti hari, kelompok pecinta alam masih terus berdatangan.
Tenda-tenda mulai ramai sejak Kamis (16/8) pagi. Foto: Winarni.
Suasana riuh kerap terdengar. Orang-orang saling menyapa dan berkunjung ke tenda satu sama lainnya. Mereka bertukar makanan dan berbagi cerita. Bahkan, meskipun tak begitu mengenal, senyum tetap saja tersungging antara satu pendaki dan pendaki lainnya. Memang demikianlah suasana di atas gunung, akrab dan bersahabat. Ini bukan kota yang kental dengan sikap individualis masyarakat. Inilah kehidupan di atas gunung, di mana setiap orang merasa bersaudara satu dan lainnya.
Ratusan orang dari berbagai kelompok pecinta alam siap melaksanakan upacara bendera pada keesokan paginya. Peringatan detik-detik proklamasi berlangsung di bawah kabut tebal. Embun pagi pun mulai turun membasahi, tetapi semua pendaki bertahan untuk mengikuti upacara, menanti sang merah putih berkibar.
Berkumpul di “lapangan upacara” ditemani kabut tebal. Foto: Winarni.
Persiapan pasukan pengibar bendera. Foto: Winarni.
Tiga pengibar bendera siap mengibarkan bendera pada satu-satunya tiang yang sengaja didirikan sejak tahun lalu. Salah seorang pendaki yang ditunjuk menjadi pemimpin upacara memberi komando untuk melaksanakan penghormatan dan secara bersama-sama lagu Indonesia Raya dikumandangkan. Meski tidak dengan tempo yang sama, lagu kebangsaan Indonesia itu terdengar penuh semangat dan tentu saja menggetarkan, menelusup masuk ke sanubari dan menggema ke lereng gunung dan hutan. Saat sang merah putih itu mencapai ujung tiang, kata “Merdeka” pun terdengar bergema berulang-ulang diiringi kepalan tangan yang diangkat ke udara.
Upacara dilanjutkan dengan pembacaan pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, Pancasila, Teks Proklamasi dan Kode Etik Pecinta Alam yang kadang di sambut dengan ocehan-ocehan lucu dari peserta upacara. Lagu Hening Cipta kembali dinyanyikan bersama-sama, masih dengan tempo yang kacau. Dan akhirnya dilakukan pembacaan doa untuk menutup rangkaian upacara ini.
Butuh perjuangan untuk mencapai kemerdekaan, butuh perjuangan untuk mengibarkan sang merah putih di ujung tiang tertinggi. Lupakan rasa lelah, punahkan rasa takut. Meski pelaksanaan upacara di puncak Gunung Bawakaraeng tidak seresmi upacara seperti biasanya, namun bagi para pendaki, upacara ini sangat berkesan dan menumbuhkan semangat perjuangan. Ya, para pendaki belajar tentang makna perjuangan dan semangat untuk bisa mencapai puncak, demi menyaksikan sang merah putih berkibar di tiang tertinggi. Merdeka! (p!)
*Citizen reporter Winarni dapat dihubungi melalui email winarni@panyingkul.com
|
| | Jumlah
Komentar (10) |
|
| Komentar :
29-07-2008 Dari : JOMPO | WWW.D_JOMPS@YAHOO.CO.ID WEEE...Kren
tawwa!!!
TAhun Ini KIta
KIbarkan Lagi MErah
Putih Di bawakaraeng 03-06-2008 Dari : eKha anak wpLh-wosil | ekax_ryri@yahoo.com boleh minta foto-2x
ngak waktu di gunung
bawakaraeng waktu
kibar merah putih
2007. kirim ke email
Q :
ekax_ryri@yahoo.com 21-05-2008 Dari : Gojin | Tendakubandung@yahoo.com Salam kenal, untuk
rental tenda/ tenda
dome * alat-alat
camping/ berkemah,
klik aja
www.tendaku.net
(022) 2035640 atau
www.mrcamp.net
(0251) 279 5249. thx 04-11-2007 Dari : andri ramli | andry_m09@yahoo.com tahun depan boleh ga
aku di ajak ngibarin
bendera merah putih
di puncak....salut
ama pencinta alam
nasionalismenya
masih tinggi.... 21-08-2007 Dari : m.rais | r415_09@yahoo.co.id dri 62 thun yg lalu
mrah putih slalu
berkibar, tp knapa
yaaaaaa rakyatnya
msih bgini2 trus, n
ssah nnkar uang
rupiah d negerinya
orang, tak ada sma
skli, 20-08-2007 Dari : PEMBOEAT KOPI | LAKIPADADA@JAHOO.TJO.ID KALAOE TIDAK BISA
BERKIBAR DI
DOENIA....NANTIPI DI
AKHIRAT KITA
KIBARKAN BENDERA
INDONESIA.... 20-08-2007 Dari : halim hd. | halimhade@yahoo.com boleh, boleh,
dahsyaat! fotografi
anda! dan kemderkaan
itu, betapa penuh
makna dan betapa
tafsir terhadapnya
begitu indah oleh
kaum muda. tengkyu,
win! 20-08-2007 Dari : Mustamin al-Mandary | mustamin.almandary@gmail.com Winarni....I love
you and your
writings... 20-08-2007 Dari : ipul | ipulji@yahoo.com sama seperti
kapiti-piti, saya
juga sangat berharap
suatu hari nanti
bisa melihat bendera
merah putih lebih
sering berkibar di
puncak, melebihi
bendera-bendera
negara
lainnya...bukan cuma
di olahraga, tapi
juga di
bidang-bidang
lain..semoga.. 20-08-2007 Dari : Kapitipiti | kapitipiti@yahoo.com Hebat, bisa
menyaksikan
pengibaran bendera
merah putih
tertinggi di
Sulawesi.
Mungkin tdk ada
hubungannya tapi
mudah-mudahan juga
kita akan bisa makin
sering menyaksikan
bendera merah putih
akan berkibar
tertinggi dibanding
bendera
negara-negara lain
pada even-even
pertandingan olah
raga internasional. |
|
|
|
|
| ::
CITIZEN REPORTER |
 | (Kamis, 12-07-2007) |  | (Minggu, 29-04-2007) |  | (Selasa, 31-10-2006) |  | (Rabu, 11-10-2006) |  | (Rabu, 16-08-2006) | |
|
Untitled Document
| ::
DUNIA SEGIEMPAT KAREBOSI |
|
Untitled Document
| ::
KONTAK TIM PANYINGKUL! |
Email Redaksi :
redaksi@panyingkul.com
Tim:
yus@panyingkul.com
+62 813 226 80844
Moch. Hasymi
+62 811 955 954
|
|
|