|
|
| . |
| ::
|
| Senin, 14-05-2007 | Kuliah Primata Agar Lebih Peduli :: Panyingkul! ::
| Pernahkah Anda mendengar kegiatan bernama Kuliah Primata? Ini bukan salah satu mata kuliah wajib mahasiswa Fakultas Kehutanan, tapi sebuah kegiatan yang bisa diikuti siapa saja, untuk meningkatkan kesadaran akan pelestarian berbagai jenis orangutan dan jenis primata lainnya, serta mengetahui kondisi terkini satwa ini. Panyingkul! ambil bagian dalam menyebarkan kegiatan Kuliah Primata, Obrolan Konservasi dan jaringan kerjanya untuk menyadarkan publik akan pentingnya mencintai alam dan margasatwa. (p!) |
Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta pada akhir bulan April lalu ramai dipenuhi mahasiswa dan pelajar. Hari itu, 28 April 2007 mereka datang secara khusus ke Pusat Pendidikan Primata Schmutzer di kawasan margasatwa itu untuk mengikuti Kuliah Primata. Yang menjadi dosen untuk kuliah hari itu adalah Yossa Istiadi dari Universitas Negeri Jakarta yang membawakan tema sejarah evolusi oranguta dan distribusinya hingga terbentuk spesies orangutan Sumatera (Pongo abelli) dan orangutan Borneo (Pongo pygmaeus).
Penjelasan Yossi memberikan perspektif baru kepada para peserta kuliah bahwa mengenal lebih dekat orangutan membawa kita melihat permasalahan yang sangat kompleks, yang terkait perundang-undangan dan juga kuatnya sindikat perdagangan orangutan baik untuk tingkat lokal, nasional hingga nasional. Para peserta kuliah mendapatkan pemaparan yang gamblang mengenai kondisi hutan tropis Sumatera yang mencatat laju hilang tertinggi di Indonesia, yakni mencapai 2 juta hektar per tahun pada tahun 2000. Dari laju kehilangan hutan ini, dengan mudah ditebak bahwa makin berkurangnya hutan berarti makin berkurangnya juga populasi orangutan.
Rusaknya kondisi hutan bukan satu-satunya penyebab anjloknya populasi. Perdagangan orangutan pun menjadi ancaman yang tak kalah seriusnya. Satu per satu permasalahan yang diungkapkan dengan bahasa yang mudah dicerna dan pemaparan hasil pemantauan di lapangan, membuat Kuliah Primata ini menjadi ajang belajar yang menyenangkan. Sebelum penyelenggaraan kuliah bulan April lalu, Pusat Pendidikan Primata Schmutzer telah mengadakan tiga kuliah umum sejak Oktober 2006. Pada situs resmi www.primata.or.id dijelaskan bahwa kegiatan Kuliah Primata dimaksudkan sebagai kegiatan interaktif yang melibatkan publik secara luas, dan diharapkan masyarakat lebih peduli pada alam dan margasatwa dengan mengetahui berbagai permasalahan yang dihadapi dalam konservasi primata di tanah air.
Untuk kegiatan Kuliah Primata bulan Mei, Pusat Pendidikan Primata Schmutzer mengangkat topik mengenai Populasi, Ancaman dan Konservasi Orangutan Sumatera pada tanggal 19 Mei mendatang. Beberapa masalah penyelamatan populasi oranguta yang ada saat ini yang sempat disinggung dalam perkuliahan bulan April, akan dibahas dalam kuliah bulan ini. Disebutkan bahwa penyelamatan populasi orangutan yang ada saat ini dapat digolongkan menjadi tiga kegiatan, yaitu tranlokasi (pemindahan lokasi orangutan yang berada habitat awal ke tempat baru yang sumber dayanya mencukupi), relokasi (mengembalikan populasi orangutan ke wilayah habitat yg diindikasikan sebagai daerah yang pernah menjadi habitat sebelumnya), dan rehabilitasi (penyesuaian pola hidup). Namun upaya-upaya ini belum pasti menjamin populasi orangutan Sumatera terhindar dari ancaman. (p!
*Bahan informasi tulisan ini diperoleh dari http://educationschmutzer.multiply.com dan www.primata.or.id, silakan mengunjungi kedua situs web tersebut untuk keterangan lebih jauh.
*Informasi ini ditayangkan Panyingkul! sebagai komitmen jaringan media yang mengkampanyekan gerakan pelestarian alam dan margasatwa.
|
| | Jumlah
Komentar (6) |
|
| Komentar :
09-05-2009 Dari : YpvhxieBtD | widmxw@tixdhw.com DfkTV9
uuytgnvbzwed,
[url=http://ohscwecw
vhvm.com/]ohscwecwvh
vm[/url],
[link=http://vrbcfhi
bqaje.com/]vrbcfhibq
aje[/link],
http://tahluyoisvux.
com/ 14-01-2009 Dari : OhZGjJSDD | zufnjv@ywsjzi.com uGrU83
ujbrglpkmwzu,
[url=http://rnywuaqn
geaj.com/]rnywuaqnge
aj[/url],
[link=http://lqrqnhc
wwhno.com/]lqrqnhcww
hno[/link],
http://gfeudbzmhpae.
com/ 15-09-2007 Dari : halfian | primata memang harus
tauwa dilestarikanmi
solanya sudah
hampirmi punah.
Sayang sekali gen -
gen yg unik mesti
lenyap dari muka
bumi. Pernah sy
nonton di tv malah
seorang bule dari
jerman, rela
menghabiskan
hidupnya demi
konservasi primata
ini di Kalteng.
tapi betul juga,
jangan dilupakan
juga manusianya.
Tapi tuduhan pada
suku2 asli sebagai
perusak hutan itu
salah alamat. Yang
sesungguhnya pelau
kejahatannya adalah
kalangan industri
yang rakus. Mereka
(suku-suku)asli
ini,punya kode etik
sendiri dalam
mengambil sesuatu
dari alam. Yang di
ambil pasti akan
diganti. Seperti di
papua, kawasan yang
termasuk hutan adat,
malah terlarang sama
sekali untuk
dieksploitasi karena
disitulah dianggap
bersemayam ruh suku
mereka. Kepunahan
hutan berarti
kepunahan mereka.
10-09-2007 Dari : same | sam_81@internux.web.id setuju dengan
pendapatnya
asfrianto, bahwa
kebanyakan orang2
disekitar kita lebih
menyangi binatang
daripaa jenisx
sendiri"
nauzubillahi
minzaliq" kasihan ya
:-(
22-06-2007 Dari : forester | yuhuiiii bagus
banget kegiatannya.
sbg ank conservation
ak bangga ma kuliah
primata, kasihan
kalo primata di
indonesia abis
gara-gara pembalakan
liar o/ para logger.
berjuang tuk jaga
dan lestarikan
primata indonesia.
^_^ 15-05-2007 Dari : asfriyanto | asfriyanto@yahoo.co.id Atas nama kemanusia.
Saya sering kali
terenyuh melihat,
jauh dipedalaman
kalimantan,di
jantuing Sulwesi di
SUmatera, ketika
taman nasional dan
suaka margasatwa
didirikan di zona
yang didiami suku
asli, selalu
terlihat pemerintah,
LSM dan NGO lebih
menghargai satwa dan
pemandangan alam
dari pada masyarakat
penghuninya. Bukan
kabar yang luar
biasa ketika saya
menemukan masyarakat
terpencil yang
diklaim dengn gizi
buruk, namun
ironisnya,"sepupu
kita itu yang 99%
gennya mirip dengan
kita" diberi susu
dengan harga yang
mahal. ada
kesenjangan yang
saya pikir tidak
manusiawi. Nah
ketika mereka
mencoba untuk
melawan kesenjangan
itu, tertuduhlah
mereka sebagai
perusak-perusak
alam. |
|
|
|
|
| ::
CITIZEN REPORTER |
 | (Kamis, 12-07-2007) |  | (Minggu, 29-04-2007) |  | (Selasa, 31-10-2006) |  | (Rabu, 11-10-2006) |  | (Rabu, 16-08-2006) | |
|
Untitled Document
| ::
DUNIA SEGIEMPAT KAREBOSI |
|
Untitled Document
| ::
KONTAK TIM PANYINGKUL! |
Email Redaksi :
redaksi@panyingkul.com
Tim:
yus@panyingkul.com
+62 813 226 80844
Moch. Hasymi
+62 811 955 954
|
|
|