|
|
| . |
| ::
|
| Selasa, 10-10-2006 | Mengenang kota-kota yang “BER…” :: Anwar Jimpe Rachman ::
| Replika Piala Adipura, penghargaan nasional yang diidamkan semua kota Foto: Istimewa.
Penghargaan keindahan dan tata kota bergengsi Adipura, menjadi dambaan berbagai kota di Indonesia. Salah satu langkah mengajak warga kota mempercantik kota demi memenangkan Adipura antara lain diwujudkan dengan menciptakan slogan kota. Beberapa tahun lalu, seolah saling berjanji, hampir semua kota di Sulawesi Selatan memiliki semboyan yang diawali dengan tiga huruf: BER. Ada kota BERIMAN, ada yang BERTAKWA, ada yang BERSAHAJA, dan ada pula yang BERHIBER.. “Ber” di sini singkatan dari kata “bersih”, sementara sisanya yang lain tinggal dipadupadankan dengan akronim yang dipilih. Citizen reporter Anwar Jimpe Rachman mengulas slogan kota-kota ini.(p!) | Pemerintah Kabupaten Soppeng menggunakan singkatan BERHIBER kepanjangan dari Bersih-Hijau-Berbunga. Tentu harapannya agar kota yang dulu dijuluki Java van Sulawesi ini senantiasa terlihat resik dengan bunga yang menghiasi semua sudut kota. Tapi ada yang memplesetkan bahwa kalau kata itu merupakan kepanjangan dari Berbau-Hitam-Bergelantungan. Anekdot tiga kata itu sendiri merujuk pada kelelawar yang memang begitu banyak bersarang di pohon asam di pusat kota Soppeng. Kehadiran kelelawar ini juga yang membuat Soppeng dijuluki Kota Kalong. Seorang sopir pete-pete asal Soppeng, menulis di kaca belakang kendaraannya: A Man from the Bat City, untuk menjelaskan ia berasal dari kota ini.
Kebetulan juga Kota Bandung pun sempat menjadikan BERHIBER sebagai slogan. Dan kata ini sekadar singkatan yang tidak mengandung makna apa-apa. Pemkab Soppeng waktu itu diangggap oleh sebagian kalangan kurang kreatif karena menciptakan akronim yang tidak memiliki makna, sehingga sulit diingat. Misalnya, BERIMAN, yang menjadi slogan Kota Bogor. Sekarang, BERHIBER diganti dengan semangat baru yakni BERASAS IMAN(Bersih, Aman, Serasi, Adil Sejahtera, serta Indah dan Nyaman) yang dilansir Pemkab Soppeng di situs www.soppeng.go.id.
kelelawar bergelantungan-hitam-berbau: BERHIBER Foto: www.sulsel.go.id
Sama halnya dengan Soppeng, Kotamadya Parepare pun sempat mengusung slogan berawalan ”BER”. Awalnya, Parepare dikenal sebagai Kota BERSAHAJA (bersih, aman, sehat dan sejahtera). Sejumlah sudut-sudut kota dipenuhi kata ’Bersahaja’, baik dicat di papan iklan maupun pada tugu atau ornamen yang dibuat warga. Tapi tulisan-tulisan itu sudah pudar, nyaris tidak terbaca, karena berganti menjadi ”Parepare Bandar Madani”. Dua kata yang disebut itu terakhir itu bukanlah akronim. Ia hanya berupa konsep pembangunan kota pelabuhan (bandar) dengan penguatan masyarakat yang sadar akan hak-haknya (madani).
Namun, seorang tokoh masyarakat setempat pernah mengatakan, beruntung kata itu sudah diganti dengan konsep Bandar Madani. Kalau tidak, pembangunan di kota itu akan begitu-begitu saja. “Maju tapi ya begitu-begitu saja. Ya Anda tahulah kalau ‘Bersahaja’ itu bagaimana,” katanya dalam sebuah wawancara.
Bagaimana dengan Makassar sendiri? Di awal 1990-an, setiap warga yang masuk ke Makassar lewat jalur Tamalanrea, mereka akan disambut dengan papan iklan ”Ujungpandang Teduh Bersinar” yang ada di sekitar jembatan Sungai Tello, di pertigaan PLTU. Sebelum berganti nama kembal menjadi Makassar, slogan Teduh Bersinar memang diusung Ujungpandang untuk meraih Adipura. Teduh Bersinar adalah akronim dari tertib dan hijau, bersih indah dan rapi. Tentu sebagai dua kata yang dirangkai, ”teduh” dan ”bersinar” adalah dua kata yang menimbulkan kesan kontras. Dan rasa-rasanya kata ”teduh” di sini tidak tepat menggambarkan kondisi Makassar yang sejak dulu dikenal panas berdebu dan berpohon jarang.
Menarik juga memerhatikan tetangga sebelah utara Makassar: Kabupaten Maros. Berdasarkan Renstra [Rencana Strategis] 2005-2010, Maros menggunakan kata BERKESAN ; singkatan dari Bersih-Elok-Rapi-Kompak-Estetika-Sejuk-Damai dan Nyaman). Dari delapan kata yang dideret itu, tujuh di antaranya adalah kata sifat. Hanya ’estetika’ yang merupakan kata benda. Sengajakah? Wallahualam. Dari semua kepanjangan semboyan pembangunan daerah itu, mungkin hanya Maros yang menggunakan kata benda. Bisa jadi maksud dari pencetusnya adalah ’estetis’ atau berseni.
Ada pula kabupaten yang menggunakan kata benda yang menjadi aset di wilayah mereka menjadi simbol, seperti halnya Kabupaten Sidenreng Rappang mengonsepnya menjadi Kota Beras (Bersih-Elok-Rapi-Aman-Sejahtera). Kata ”beras” ini kemudian diutak-atik sedemikian rupa hingga menjadi slogan. Tapi yang pasti, beras pulalah yang menjadikan daerah ini dikenal sebagai salah satu daerah lumbung padi Sulsel. Data tahun 2001 menunjukkan, produksi padi persawahan Sidrap lebih dari 400.000 ton dari 46.000 hektare dan menjadi pemasok lebih dari separuh kebutuhan beras di Sulsel.
Nah, kembali ke Kota Makassar, kini ibukota provinsi Sulsel ini memiliki tag-line baru, yakni Makassar Great Expectation. Ini tentu bukan lagi akronim seperti jaman Orde Baru dulu. Goodbye Teduh Bersinar! Makassar telah mengucapkan selamat tinggal pada slogan lama. Menurut berita di media lokal saat peresmian penggunaan motto baru tersebut tahun ini, Makassar ingin go-international dengan slogan yang bisa dimengerti seluruh warga dunia. Semua paham kan arti slogan ini? Seorang teman dengan jenaka menerjemahkannya: “Tinggi dudui harapanmu.....”(p!)
*Citizen reporter Anwar Jimpe Rachman dapat dihubungi melalui email jimpe11@yahoo.com
|
| | Jumlah
Komentar (17) |
|
| Komentar :
27-07-2010 Dari : Karaeng Mattarada | kr_mattarada@yahoo.co.id jadi ingat kota
Bantaeng yang
tercinta,,, dulu
BERKARYA...
nda' tau apami
sekarang...
The Old Land City
A.K.A. Kota Butta
Toa 09-12-2007 Dari : Ayyoeng | ayyoeng_theboegis@yahoo.com
24-11-2007 Dari : abajie | abaonly@yahoo.com looooaadiiiiing...
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
makassar Great
Expectation =
makassar bisa
tonji..!!!
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
hwehehehehe...
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
untuk makassarku
railah cita2mu
setinggi
langit,,,!!!
05-08-2007 Dari : Juniar | juncheng_ducobu@yahoo.com Di Surabaya, tempat
saya merantau
mencari sesuap nasi
ini, setiap RW di
lingkungan kos saya
malah punya semboyan
sendiri-sendiri. RW3
"Beriman", dan
seterusnya.
Mengganti semboyan
itu kan gunanya
supaya semangat
tetap terjaga, tidak
jadi jenuh dan tetap
membangun, supaya
bisa maju dan lebih
maju lagi. Apapun
semboyannya, yang
penting usaha
nyata.
Semboyan pariwisata
Malaysia, "Truly
Asia", kelihatannya
masih akan bertahan
lama. Menurut saya
semboyan mereka
berbeda sifatnya
dengan
semboyan-semboyan
yang sedang kita
bahas. Semboyan
Malaysia itu lahir
dari hasil
pengamatan, apakah
kelebihan yang
mereka miliki. Jadi
kelebihan yang sudah
ada disoroti, supaya
orang lain tau.
Sedangkan kita
membuat semboyan
berdasarkan apa yang
akan kita capai,
harapan-harapan,
expectations.
(Kecuali Kota Beras,
barangkali).
Ini hanya
berandai-andai.
Kalau kita yang
diminta membuat
semboyan Makassar,
berdasarkan pola
pikir menonjolkan
kelebihan atau
keunikan yang hanya
Makassar yang punya,
semboyan apakah
kira-kira yang akan
kita usulkan? 23-04-2007 Dari : nadar | 0dhonk_03@yahoo.co.id woowww heba'na tawwa
Makassar skrg. Mari
qta dukung bersama,
smoga bkn hanya
mimpi doang. Eh Wajo
juga punya slogan
kota SUTERA (sehat,
Ulet, Tentram, Elok,
Rapi dan Aman)
sesuai dengan
komoditasnya. 16-03-2007 Dari : Nana | MAKASSAR "GREAT
EXPECTATION"
Awweeee....iga si
paggurui kasi'na!
(ini pasti komentar
Petta Puang:-))
Tapi.eeee....semoga
tercita
capai-capainya.
29-01-2007 Dari : Heru - Bontang | heruhastowo@ptkpu.com jangan lupa bos ada
juga yang ti dak
BER- seperti Toraja
Bangkit dulu sewaktu
Tarsis Kodrat yang
militer itu menjadi
Bupati di sana, gat
tau sekarang!
Akronimnya saya juga
tidak tau persis!
Makassar jadi Great
Expectation-mi
sekarang ? Hebat,
tapi kasian tukang
becak dan warga yang
tinggal di tepi-tepi
kanal kayaknya
tambah jauuuhhhh-mi
kodong!!! 14-01-2007 Dari : Sammy Wiriadinata | lee_sammy@telpacific.com.au Kalau mau berhasil
dan bukan hanya
slogan muluk harus
ditambahkan walaupun
tidak secara
tertulis:
Great Planning dan
Great Execution
alias Perencanaan
Hebat dan
Pelaksanaan Hebat,
dan bukan hanya
Pengharapan atau
Impian yang Hebat!
Kalau Great
Expectation dan
Great Dream, sudah
sejak dulu kita
punya.
Mungkin sudah
waktunya
para-katte-katte ini
bangun dari mimpi
yang muluk-muluk
itu, gulung lengan
baju dan mulai
melaksanakan apa
yang begitu lama
diangan-angankan
itu!
Jangan hanya tidur
terus, bermimpi
terus sambil
membasahi bantal
dengan air liur, dan
nanti waktu bangun
sudah terlambat dan
hanya bisa gigit
jari. 07-12-2006 Dari : nunu | tatynugraha_87@yahoo.co.id smg mks tdk bermimpi
dan kembali
tidur..jd ingat'ka
sma slogan American
Dream...napa qt g
pernh pux indonesian
dream,,yg bsa bikin
qt satu..or maybe
dimulai dg mks
dream...hehe,,,btw,
soal slogan great
expectation itu,
ky'x yg pling pnting
utk diushkan skrg
mslh lingkungan
d,,'tar lg kn musim
hujan, jgn smp mks
banjir lg, kodong... 07-12-2006 Dari : nunu | tatynugraha_87@yah
15-10-2006 Dari : hairul | khairullilu@yahoo.com e..de..ed..tinggi jg
tuh harapan tp nga
ada salahnya kl kita
dukung....iya toh 11-10-2006 Dari : aku | klik aja@.com iya tawwa , kapan
dich mks ada juga
penghargaannya....ta
pi kalo saya punya
usul jangan mi yang
ber... tapi yang
ter......hahahahahah
a 11-10-2006 Dari : yudha | prayoedha@yahoo.com mhs. ndak ada
salahnya makassar
punya harapan yang
tinggi.... kan klo'
makassar yg top kita
juga yang
rasakan...
Nah mulai
sekarang..., kita
dukunglah..... ndak
rugi koq..... 10-10-2006 Dari : ami ibrahim | hasymi@gmail.com selayar juga punya
slogan dulu. saya
ikut-ikutan
menggagasnya dalam
sebuah seminar di
sana, di bawah
arahan bupati daeng
akib. slogannya
"mapan-mandiri".
bahkan dibuatklan
mars untuk
sosialisasi slogan
tersebut...(kalau
jogja sich slogannya
"never ending asia",
didisain oleh pakar
marketing hermawan
kertajaya) 10-10-2006 Dari : nida | miksmaks19@yahoo.co.id ciamik.. bang
artikelnya.
harapanku sebelum
promo ke mana-mana
...moga" warga MKS
mi dulu yang merasa
emang MKS ini Great
Expectation...semoga
!
10-10-2006 Dari : dandy | nurhadys@gmail.com mudah-mudahan Pemda
sudah membayar hak
tayang slogan itu,
karena berasal dari
judul buku dan film.
Kalau tidak, untung
sampe sekarang Pemda
belum dituntut
karena membajak 10-10-2006 Dari : ruslee | muhruslee@yahoo.com great expectation?
kayak judul filem
hollywood yah?
lantas, apa
expextation nya?
trus who is
expecting whom to do
what from when and
where?
*sok english* |
|
|
|
|
| ::
CITIZEN REPORTER |
 | (Kamis, 12-07-2007) |  | (Minggu, 29-04-2007) |  | (Selasa, 31-10-2006) |  | (Rabu, 11-10-2006) |  | (Rabu, 16-08-2006) | |
|
Untitled Document
| ::
DUNIA SEGIEMPAT KAREBOSI |
|
Untitled Document
| ::
KONTAK TIM PANYINGKUL! |
Email Redaksi :
redaksi@panyingkul.com
Tim:
yus@panyingkul.com
+62 813 226 80844
Moch. Hasymi
+62 811 955 954
|
|
|