Untitled Document
 


Untitled Document
.KITAKITA
:: Jika Anda di Panyingkul ::
 
 KABAR KITA
 
 BERANDAKITA
Kegilaan, Dari Cinta Mati di Pulau Rajuni Hingga Riwayat Kadang
:: Ivan Firdaus ::
Baba Guru, Mengenang Film Rhoma Irama di Klenteng Galesong
:: Kamaruddin Azis ::
Mengagumi Tenun Troso, Mengenang Tenun Sengkang
:: Suryadin Laoddang ::
Perempuan Besi di Gunung Perak (2-selesai)
:: M. Aan Mansyur ::
Perempuan Besi di Gunung Perak (1)
:: M. Aan Mansyur ::
 
 RISETKITA
Rasa Takut : Yang Dicitrakan, Yang Dipelihara
:: Aria W. Yudhistira ::
Risetkita: Pramoedya versus Sejarah Resmi
:: Nurhady Sirimorok ::
Hikayat Rumpon Nelayan Mandar
:: Muhammad Ridwan Alimuddin ::
Di Makassar Pernah Ada “Negeri Wajo”
:: Nurhady Sirimorok ::
Surat Itu Ditulis Upas kepada September
:: Nurhady Sirimorok ::
 
 BUKUKITA
 
 KATAKOTAKITA
Kenapa si Gondrong yang Maju?
:: Ivan Firdaus dan Mustamin al-Mandary ::
Karena ‘Rewa’ Badan Binasa
:: Sudirman Nasir ::
Yang Okkot, yang Salah Sambung
:: Nursamsu danTusiana Noor Alfisyahr ::
Kandala`ka`, Kusta Bila Dusta
:: Panyingkul ::
Ayo, Si(ng)kat Terussss..!
:: Panyingkul! ::

 
 TAHUKAHKITA
 

.
 ::
Selasa, 10-10-2006 
Mengenang kota-kota yang “BER…”
:: Anwar Jimpe Rachman ::


Replika Piala Adipura, penghargaan nasional yang diidamkan semua kota
Foto: Istimewa.


Penghargaan keindahan dan tata kota bergengsi Adipura, menjadi dambaan berbagai kota di Indonesia. Salah satu langkah mengajak warga kota mempercantik kota demi memenangkan Adipura antara lain diwujudkan dengan menciptakan slogan kota. Beberapa tahun lalu, seolah saling berjanji, hampir semua kota di Sulawesi Selatan memiliki semboyan yang diawali dengan tiga huruf: BER. Ada kota BERIMAN, ada yang BERTAKWA, ada yang BERSAHAJA, dan ada pula yang BERHIBER.. “Ber” di sini singkatan dari kata “bersih”, sementara sisanya yang lain tinggal dipadupadankan dengan akronim yang dipilih. Citizen reporter Anwar Jimpe Rachman mengulas slogan kota-kota ini.(p!)
 
Pemerintah Kabupaten Soppeng menggunakan singkatan BERHIBER kepanjangan dari Bersih-Hijau-Berbunga. Tentu harapannya agar kota yang dulu dijuluki Java van Sulawesi ini senantiasa terlihat resik dengan bunga yang menghiasi semua sudut kota. Tapi ada yang memplesetkan bahwa kalau kata itu merupakan kepanjangan dari Berbau-Hitam-Bergelantungan. Anekdot tiga kata itu sendiri merujuk pada kelelawar yang memang begitu banyak bersarang di pohon asam di pusat kota Soppeng. Kehadiran kelelawar ini juga yang membuat Soppeng dijuluki Kota Kalong. Seorang sopir pete-pete asal Soppeng, menulis di kaca belakang kendaraannya: A Man from the Bat City, untuk menjelaskan ia berasal dari kota ini.

Kebetulan juga Kota Bandung pun sempat menjadikan BERHIBER sebagai slogan. Dan kata ini sekadar singkatan yang tidak mengandung makna apa-apa. Pemkab Soppeng waktu itu diangggap oleh sebagian kalangan kurang kreatif karena menciptakan akronim yang tidak memiliki makna, sehingga sulit diingat. Misalnya, BERIMAN, yang menjadi slogan Kota Bogor. Sekarang, BERHIBER diganti dengan semangat baru yakni BERASAS IMAN(Bersih, Aman, Serasi, Adil Sejahtera, serta Indah dan Nyaman) yang dilansir Pemkab Soppeng di situs www.soppeng.go.id.


kelelawar bergelantungan-hitam-berbau: BERHIBER
Foto: www.sulsel.go.id


Sama halnya dengan Soppeng, Kotamadya Parepare pun sempat mengusung slogan berawalan ”BER”. Awalnya, Parepare dikenal sebagai Kota BERSAHAJA (bersih, aman, sehat dan sejahtera). Sejumlah sudut-sudut kota dipenuhi kata ’Bersahaja’, baik dicat di papan iklan maupun pada tugu atau ornamen yang dibuat warga. Tapi tulisan-tulisan itu sudah pudar, nyaris tidak terbaca, karena berganti menjadi ”Parepare Bandar Madani”. Dua kata yang disebut itu terakhir itu bukanlah akronim. Ia hanya berupa konsep pembangunan kota pelabuhan (bandar) dengan penguatan masyarakat yang sadar akan hak-haknya (madani).

Namun, seorang tokoh masyarakat setempat pernah mengatakan, beruntung kata itu sudah diganti dengan konsep Bandar Madani. Kalau tidak, pembangunan di kota itu akan begitu-begitu saja. “Maju tapi ya begitu-begitu saja. Ya Anda tahulah kalau ‘Bersahaja’ itu bagaimana,” katanya dalam sebuah wawancara.

Bagaimana dengan Makassar sendiri? Di awal 1990-an, setiap warga yang masuk ke Makassar lewat jalur Tamalanrea, mereka akan disambut dengan papan iklan ”Ujungpandang Teduh Bersinar” yang ada di sekitar jembatan Sungai Tello, di pertigaan PLTU. Sebelum berganti nama kembal menjadi Makassar, slogan Teduh Bersinar memang diusung Ujungpandang untuk meraih Adipura. Teduh Bersinar adalah akronim dari tertib dan hijau, bersih indah dan rapi. Tentu sebagai dua kata yang dirangkai, ”teduh” dan ”bersinar” adalah dua kata yang menimbulkan kesan kontras. Dan rasa-rasanya kata ”teduh” di sini tidak tepat menggambarkan kondisi Makassar yang sejak dulu dikenal panas berdebu dan berpohon jarang.

Menarik juga memerhatikan tetangga sebelah utara Makassar: Kabupaten Maros. Berdasarkan Renstra [Rencana Strategis] 2005-2010, Maros menggunakan kata BERKESAN ; singkatan dari Bersih-Elok-Rapi-Kompak-Estetika-Sejuk-Damai dan Nyaman). Dari delapan kata yang dideret itu, tujuh di antaranya adalah kata sifat. Hanya ’estetika’ yang merupakan kata benda. Sengajakah? Wallahualam. Dari semua kepanjangan semboyan pembangunan daerah itu, mungkin hanya Maros yang menggunakan kata benda. Bisa jadi maksud dari pencetusnya adalah ’estetis’ atau berseni.

Ada pula kabupaten yang menggunakan kata benda yang menjadi aset di wilayah mereka menjadi simbol, seperti halnya Kabupaten Sidenreng Rappang mengonsepnya menjadi Kota Beras (Bersih-Elok-Rapi-Aman-Sejahtera). Kata ”beras” ini kemudian diutak-atik sedemikian rupa hingga menjadi slogan. Tapi yang pasti, beras pulalah yang menjadikan daerah ini dikenal sebagai salah satu daerah lumbung padi Sulsel. Data tahun 2001 menunjukkan, produksi padi persawahan Sidrap lebih dari 400.000 ton dari 46.000 hektare dan menjadi pemasok lebih dari separuh kebutuhan beras di Sulsel.

Nah, kembali ke Kota Makassar, kini ibukota provinsi Sulsel ini memiliki tag-line baru, yakni Makassar Great Expectation. Ini tentu bukan lagi akronim seperti jaman Orde Baru dulu. Goodbye Teduh Bersinar! Makassar telah mengucapkan selamat tinggal pada slogan lama. Menurut berita di media lokal saat peresmian penggunaan motto baru tersebut tahun ini, Makassar ingin go-international dengan slogan yang bisa dimengerti seluruh warga dunia. Semua paham kan arti slogan ini? Seorang teman dengan jenaka menerjemahkannya: “Tinggi dudui harapanmu.....”(p!)

*Citizen reporter Anwar Jimpe Rachman dapat dihubungi melalui email jimpe11@yahoo.com

| Beri Komentar| Jumlah Komentar (17) |

Komentar :

27-07-2010
Dari : Karaeng Mattarada | kr_mattarada@yahoo.co.id
jadi ingat kota Bantaeng yang tercinta,,, dulu BERKARYA... nda' tau apami sekarang... The Old Land City A.K.A. Kota Butta Toa

09-12-2007
Dari : Ayyoeng | ayyoeng_theboegis@yahoo.com

24-11-2007
Dari : abajie | abaonly@yahoo.com
looooaadiiiiing... >>> >>> >>> >>> >>> makassar Great Expectation = makassar bisa tonji..!!! >>> >>> >>> >>> >>> hwehehehehe... >>> >>> >>> >>> >>> untuk makassarku railah cita2mu setinggi langit,,,!!!

05-08-2007
Dari : Juniar | juncheng_ducobu@yahoo.com
Di Surabaya, tempat saya merantau mencari sesuap nasi ini, setiap RW di lingkungan kos saya malah punya semboyan sendiri-sendiri. RW3 "Beriman", dan seterusnya. Mengganti semboyan itu kan gunanya supaya semangat tetap terjaga, tidak jadi jenuh dan tetap membangun, supaya bisa maju dan lebih maju lagi. Apapun semboyannya, yang penting usaha nyata. Semboyan pariwisata Malaysia, "Truly Asia", kelihatannya masih akan bertahan lama. Menurut saya semboyan mereka berbeda sifatnya dengan semboyan-semboyan yang sedang kita bahas. Semboyan Malaysia itu lahir dari hasil pengamatan, apakah kelebihan yang mereka miliki. Jadi kelebihan yang sudah ada disoroti, supaya orang lain tau. Sedangkan kita membuat semboyan berdasarkan apa yang akan kita capai, harapan-harapan, expectations. (Kecuali Kota Beras, barangkali). Ini hanya berandai-andai. Kalau kita yang diminta membuat semboyan Makassar, berdasarkan pola pikir menonjolkan kelebihan atau keunikan yang hanya Makassar yang punya, semboyan apakah kira-kira yang akan kita usulkan?

23-04-2007
Dari : nadar | 0dhonk_03@yahoo.co.id
woowww heba'na tawwa Makassar skrg. Mari qta dukung bersama, smoga bkn hanya mimpi doang. Eh Wajo juga punya slogan kota SUTERA (sehat, Ulet, Tentram, Elok, Rapi dan Aman) sesuai dengan komoditasnya.

16-03-2007
Dari : Nana |
MAKASSAR "GREAT EXPECTATION" Awweeee....iga si paggurui kasi'na! (ini pasti komentar Petta Puang:-)) Tapi.eeee....semoga tercita capai-capainya.

29-01-2007
Dari : Heru - Bontang | heruhastowo@ptkpu.com
jangan lupa bos ada juga yang ti dak BER- seperti Toraja Bangkit dulu sewaktu Tarsis Kodrat yang militer itu menjadi Bupati di sana, gat tau sekarang! Akronimnya saya juga tidak tau persis! Makassar jadi Great Expectation-mi sekarang ? Hebat, tapi kasian tukang becak dan warga yang tinggal di tepi-tepi kanal kayaknya tambah jauuuhhhh-mi kodong!!!

14-01-2007
Dari : Sammy Wiriadinata | lee_sammy@telpacific.com.au
Kalau mau berhasil dan bukan hanya slogan muluk harus ditambahkan walaupun tidak secara tertulis: Great Planning dan Great Execution alias Perencanaan Hebat dan Pelaksanaan Hebat, dan bukan hanya Pengharapan atau Impian yang Hebat! Kalau Great Expectation dan Great Dream, sudah sejak dulu kita punya. Mungkin sudah waktunya para-katte-katte ini bangun dari mimpi yang muluk-muluk itu, gulung lengan baju dan mulai melaksanakan apa yang begitu lama diangan-angankan itu! Jangan hanya tidur terus, bermimpi terus sambil membasahi bantal dengan air liur, dan nanti waktu bangun sudah terlambat dan hanya bisa gigit jari.

07-12-2006
Dari : nunu | tatynugraha_87@yahoo.co.id
smg mks tdk bermimpi dan kembali tidur..jd ingat'ka sma slogan American Dream...napa qt g pernh pux indonesian dream,,yg bsa bikin qt satu..or maybe dimulai dg mks dream...hehe,,,btw, soal slogan great expectation itu, ky'x yg pling pnting utk diushkan skrg mslh lingkungan d,,'tar lg kn musim hujan, jgn smp mks banjir lg, kodong...

07-12-2006
Dari : nunu | tatynugraha_87@yah

15-10-2006
Dari : hairul | khairullilu@yahoo.com
e..de..ed..tinggi jg tuh harapan tp nga ada salahnya kl kita dukung....iya toh

11-10-2006
Dari : aku | klik aja@.com
iya tawwa , kapan dich mks ada juga penghargaannya....ta pi kalo saya punya usul jangan mi yang ber... tapi yang ter......hahahahahah a

11-10-2006
Dari : yudha | prayoedha@yahoo.com
mhs. ndak ada salahnya makassar punya harapan yang tinggi.... kan klo' makassar yg top kita juga yang rasakan... Nah mulai sekarang..., kita dukunglah..... ndak rugi koq.....

10-10-2006
Dari : ami ibrahim | hasymi@gmail.com
selayar juga punya slogan dulu. saya ikut-ikutan menggagasnya dalam sebuah seminar di sana, di bawah arahan bupati daeng akib. slogannya "mapan-mandiri". bahkan dibuatklan mars untuk sosialisasi slogan tersebut...(kalau jogja sich slogannya "never ending asia", didisain oleh pakar marketing hermawan kertajaya)

10-10-2006
Dari : nida | miksmaks19@yahoo.co.id
ciamik.. bang artikelnya. harapanku sebelum promo ke mana-mana ...moga" warga MKS mi dulu yang merasa emang MKS ini Great Expectation...semoga !

10-10-2006
Dari : dandy | nurhadys@gmail.com
mudah-mudahan Pemda sudah membayar hak tayang slogan itu, karena berasal dari judul buku dan film. Kalau tidak, untung sampe sekarang Pemda belum dituntut karena membajak

10-10-2006
Dari : ruslee | muhruslee@yahoo.com
great expectation? kayak judul filem hollywood yah? lantas, apa expextation nya? trus who is expecting whom to do what from when and where? *sok english*



 :: CITIZEN REPORTER
Makassar di Panyingkul!: Sebuah Persembahan
(Kamis, 12-07-2007)
Ayo Bergabung di Panyingkul!
(Minggu, 29-04-2007)
Catatan Sederhana Para Citizen Reporter
(Selasa, 31-10-2006)
Tentang Citizen Reporter dan Rubrik di Panyingkul!
(Rabu, 11-10-2006)
Riuh Rendah di Panyingkul!
(Rabu, 16-08-2006)

Untitled Document
 :: DUNIA SEGIEMPAT KAREBOSI






 :: PILKADA




 :: ALBUM PUASA 2008




Untitled Document
 :: KONTAK TIM PANYINGKUL!

Email Redaksi :

redaksi@panyingkul.com

Tim:
yus@panyingkul.com
+62 813 226 80844

Moch. Hasymi
+62 811 955 954


© Juni 2006 - Panyingkul.com All Rights Reserved
Desain Web : Nesia Andriana -- Supported by: Yuhardin