Untitled Document
 


Untitled Document
.KITAKITA
:: Jika Anda di Panyingkul ::
 
 KABAR KITA
 
 BERANDAKITA
Kegilaan, Dari Cinta Mati di Pulau Rajuni Hingga Riwayat Kadang
:: Ivan Firdaus ::
Baba Guru, Mengenang Film Rhoma Irama di Klenteng Galesong
:: Kamaruddin Azis ::
Mengagumi Tenun Troso, Mengenang Tenun Sengkang
:: Suryadin Laoddang ::
Perempuan Besi di Gunung Perak (2-selesai)
:: M. Aan Mansyur ::
Perempuan Besi di Gunung Perak (1)
:: M. Aan Mansyur ::
 
 RISETKITA
Rasa Takut : Yang Dicitrakan, Yang Dipelihara
:: Aria W. Yudhistira ::
Risetkita: Pramoedya versus Sejarah Resmi
:: Nurhady Sirimorok ::
Hikayat Rumpon Nelayan Mandar
:: Muhammad Ridwan Alimuddin ::
Di Makassar Pernah Ada “Negeri Wajo”
:: Nurhady Sirimorok ::
Surat Itu Ditulis Upas kepada September
:: Nurhady Sirimorok ::
 
 BUKUKITA
 
 KATAKOTAKITA
Kenapa si Gondrong yang Maju?
:: Ivan Firdaus dan Mustamin al-Mandary ::
Karena ‘Rewa’ Badan Binasa
:: Sudirman Nasir ::
Yang Okkot, yang Salah Sambung
:: Nursamsu danTusiana Noor Alfisyahr ::
Kandala`ka`, Kusta Bila Dusta
:: Panyingkul ::
Ayo, Si(ng)kat Terussss..!
:: Panyingkul! ::

 
 TAHUKAHKITA
 

.
 ::
Selasa, 15-08-2006 
Aslina Bandung dan Krupuk Udan
:: Lily Yulianti Farid ::


Aslina : Nama gadis? Foto: Muhammad Nur Abdurrahman.

Bahasa asing selalu diserap dengan mengikuti kebutuhan pengguna bahasa. Maka anak-anak muda pun tanpa beban menulis “suer” (untuk kata swear) atau miskol (untuk missed call) saat menulis pesan.
 

Menyerap bahasa asing maupun bahasa daerah, kini semakin lumrah. Di sebuah warung di kawasan Panakkukang, Makassar hadir “Mie Ayam dan Batagor Aslina Bandung”. Kata “Aslina” di sini tentu saja bukan nama anak gadis pemilik warung, tapi bahasa Makassar yang berarti “asli dari Bandung”.

Di Jepang pun, sejumlah restoran yang menyajikan masakan Indonesia, tidak merasa perlu membuka kamus atau berkonsultasi ke ahli bahasa untuk menuliskan nama masakan.


Ejaan menu di Restoran Surabaya di Yokohama, Jepang.
Foto: Lily Yulianti/Nesia Andriana.

Di Restoran Surabaya di kota pelabuhan Yokohama hadir menu “Krupuk Udan” dan “Gure Kambin”. Bukan untuk maksud melucu, tapi semata untuk menyesuaikan dengan kebiasaan pengucapan dalam Bahasa Jepang. Kata berakhiran “n” lazim dilafalkan dengan bunyi “ng”, sementara sebaliknya, huruf “L” dilafalkan dengan bunyi “R” yang diucapkan secara samar. Jadilah tulisan “krupuk udan” itu benar adanya dalam versi Jepang karena pengucapannya toh tetap “Krupuk Udang”.


Ejaan menu di Restoran Asian Taste di Tokyo.
Foto: Lily Yulianti.

Di Restoran Asian Taste di Tokyo, hadir “Sambaru Kanbing” yang tentu saja maksudnya adalah sambal goreng kambing. Dan di toko kopi Kaldi dijual Kopi Mandheling, yang maksudnya adalah biji kopi pilihan dari Mandailing, Sumatera Utara. Kopi ini adalah salah satu favorit penikmat kopi di Jepang, karena aromanya yang sangat wangi. Kopi Bari, tentu maksudnya adalah Kopi Bali.


Trik iklan : mengakrabkan nama tempat.
Foto: Daeng Ammang.

Lokasi asal makanan memang penting. Coba kita telusuri nama restoran dan menu makanan. Jelas terlihat bahwa invasi gencar dilakukan para pelaku bisnis untuk mengeksploitasi tempat asal makanan itu, sebagai resep dagang yang jitu. Karena itulah bertebaran papan reklame dan tenda warung bertuliskan “Martabak Medan”, “Bakso Lapangan Tembak Senayan Jakarta” hingga “Sate Madura”. Ini memang resep dagang. Brownies, kue cokelat yang lezat jelas bukan asli Bandung namun berasal dari Amerika. Tapi yang laris di banyak tempat justru “Brownies Bandung”.

Di Maros dan sekitarnya juga populer Roti Maros, yang berukuran kecil dengan isi selai santan dan gula yang gurih. Dan karenanya, kata seorang kawan, jangan heran bila demi ekspolitasi nama kota asal makanan itu di Kota Sungguminasa bahkan ada toko yang memajang papan reklame “Roti Maros Asli Bandung”. Nah! (p!)

| Beri Komentar| Jumlah Komentar (12) |

Komentar :

02-05-2010
Dari : LinDa aJaCh Berkata | linda.cute_cool90@yahoo.com
XiXixi Tp bElUm pErNaHpIkA liAt CoTO bAnDuNg, cOtO SuRaBaYa TeTaPjIe dImAnA2 pAsti coto makassar ato paling tidak coto daeng ,,, blom ad cOtO MaS .Jhahahahahha ^_^

09-05-2009
Dari : QvodEEMdmfj | fqphip@jydahw.com
vASQ6N viqbggillwym, [url=http://ajcxcgsc pjkt.com/]ajcxcgscpj kt[/url], [link=http://ggavokg xpyjs.com/]ggavokgxp yjs[/link], http://nhtdyosiedok. com/

17-09-2008
Dari : ipang | ifank_online@yahoo.com
"Aslina Bandung" setau saya, penggunaan kata na dalam "aslina" sama dengan penggunaan kata "nya" nah ternyata bukan cuma di makassar kata ini (na) dipake tapi bahasa orang bandung (sunda) juga memakai kata "na" untuk menunjukkan kepunyaan. jadi bisa saja kalimat "Aslina Bandung| memang dari bandung dan memakai bahasa sunda... tapi biar lebih jelas, kita tanya aja langsung ma penjualna

03-08-2007
Dari : cikkE'uLu |
ada juga "Roti Maros khas SemaraNg" maksudnya apa?!......!? aNeh.

14-10-2006
Dari : yusuf akib | yusufakib_2006@yahoo.co.id
Saya terhibur membaca tulisan ini.Hal-hal kecil, sederhana, dan kerap terlewati --dan dengan demikian menjadi 'timbul' setelah ada yang jeli, misalnya dengan menulisnya atau mem-fotonya-- menjadi sesuatu yang spesial. Saya tak sabar menunggu kreatifitas kawan-kawan Panyingkul! berikutnya.

13-09-2006
Dari : Mia | mya_luvcats@yahoo.com
ya...emang kalo buat usaha tuh mgkn harus make nama yang menarik kali ya?jadi g perlu dikonsultasiin ma ahli bahasa ? K Anty, blh minta emailnya g?

11-09-2006
Dari : yusuf | www.yusuf_270781@yahoo.co.id
saya juga pernah makan diwarung aslina bandung,tapi pelayanannya nda terlalu memuaskan, masalahnya waktu masuk kayak diacuhkanka,mungkin dikira saya nda mau makan barangkali.

24-08-2006
Dari : Tim Panyingkul! | redaksi@panyingkul.com
Terima kasih Pak Munawir komentarnya. Iya benar, Bahasa Sunda juga menggunakan "NA" sebagai "NYA". salam, Tim Panyingkul!

23-08-2006
Dari : mutigoenawan | inimoety@yahoo.com
se jg pernah ji makan mi ayam aslina bandung yg di pengayoman. Ada ji jg potrek mi ayamna di album multiply ku =)

23-08-2006
Dari : Munawir | munawir501@yahoo.com
kalo nda salah... bahasa sunda untuk akhiran -NYA samaji dengan bugis yaitu akan berakhiran -NA... jadi ASLINA versi yang punya warung adalah BAHASA SUNDA.. bukan bahasa BUGIS/MAKASSAR... gitu kallee..

23-08-2006
Dari : Munawir | munawir501@yahoo.com
kalo nda salah saya dulu yang bikin spandutna ASLINA BANDUNG waktu masih kerjaka' di SOSRO... :P

18-08-2006
Dari : muh ibrahim halim | to_waranipitue@yahoo.com
he..he.. saya pernah makan di tempat ini [aslina bandung] bersama sekitar 11-an anggota keluarga. pelayanan dari ibu pemilik/pengelola warung betul-betul aslina keramahan perempuan bandung [sunda]. mulai dari mace sampai kemanakanku dimanja abis sama ibu itu.



 :: CITIZEN REPORTER
Makassar di Panyingkul!: Sebuah Persembahan
(Kamis, 12-07-2007)
Ayo Bergabung di Panyingkul!
(Minggu, 29-04-2007)
Catatan Sederhana Para Citizen Reporter
(Selasa, 31-10-2006)
Tentang Citizen Reporter dan Rubrik di Panyingkul!
(Rabu, 11-10-2006)
Riuh Rendah di Panyingkul!
(Rabu, 16-08-2006)

Untitled Document
 :: DUNIA SEGIEMPAT KAREBOSI






 :: PILKADA




 :: ALBUM PUASA 2008




Untitled Document
 :: KONTAK TIM PANYINGKUL!

Email Redaksi :

redaksi@panyingkul.com

Tim:
yus@panyingkul.com
+62 813 226 80844

Moch. Hasymi
+62 811 955 954


© Juni 2006 - Panyingkul.com All Rights Reserved
Desain Web : Nesia Andriana -- Supported by: Yuhardin