<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>panyingkul.com Blog</title>
	<atom:link href="http://panyingkul.com/prototype1/index.php/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://panyingkul.com/prototype1</link>
	<description>Jurnalisme Orang Biasa</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Aug 2006 02:25:05 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Gelisah Sunarto Menunggu BOS</title>
		<link>http://panyingkul.com/prototype1/2006/08/01/gelisah-sumanto-menunggu-bos/</link>
		<comments>http://panyingkul.com/prototype1/2006/08/01/gelisah-sumanto-menunggu-bos/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Aug 2006 08:41:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor Panyingkul</dc:creator>
				<category><![CDATA[KABAR KITA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://panyingkul.com/prototype1/2006/08/01/gelisah-sumanto-menunggu-bos/</guid>
		<description><![CDATA[Sumanto (36), salah seorang pengayuh becak di kawasan Jalan Andi Tonro, Makassar, bertutur kepada citizen reporter Nurhady Sirimorok mengenai kecemasannya akan pendidikan ketiga anaknya. Bukankah pemerintah menjamin pendidikan gratis bagi rakyat miskin?, tanyanya.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://panyingkul.com/prototype1/2006/08/01/gelisah-sumanto-menunggu-bos/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita dari Meja Makan</title>
		<link>http://panyingkul.com/prototype1/2006/08/01/sudah-makan/</link>
		<comments>http://panyingkul.com/prototype1/2006/08/01/sudah-makan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Aug 2006 08:29:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor Panyingkul</dc:creator>
				<category><![CDATA[BERANDA KITA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://panyingkul.com/prototype1/2006/08/01/sudah-makan/</guid>
		<description><![CDATA[Setiap bulan Panyingkul! mengadakan eksperimen citizen journalism untuk menguji sejauh mana gairah bercerita para citizen reporter dapat dikembangkan terhadap suatu peristiwa. Bulan Juli lalu kami mencoba menggali kisah-kisah menarik dari salah satu kegiatan yang paling sering dilakukan: makan. Apakah kebiasaan makan dan menu yang disantap bisa menjadi cerita menarik? M. Aan Mansyur menawarkan tulisan Catatan Makan Malam Bersama Keluarga Daeng Nannang, untuk menelusuri kehidupan sebuah keluarga [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://panyingkul.com/prototype1/2006/08/01/sudah-makan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mandiri di Negeri Rawan Bencana</title>
		<link>http://panyingkul.com/prototype1/2006/08/01/mandiri-di-negeri-rawan-bencana/</link>
		<comments>http://panyingkul.com/prototype1/2006/08/01/mandiri-di-negeri-rawan-bencana/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Aug 2006 06:46:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor Panyingkul</dc:creator>
				<category><![CDATA[KABAR KITA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://panyingkul.com/prototype1/2006/08/01/mandiri-di-negeri-rawan-bencana/</guid>
		<description><![CDATA[Citizen reporter Nesia Andriana berbagi kiat praktis menghadapi gempa, berdasarkan informasi yang dipelajarinya melalui penyuluhan dan latihan antisipasi bencana di Jepang. Dengan informasi yang memadai, rasa panik menghadapi bencana bisa berubah menjadi sikap antisipatif.

]]></description>
		<wfw:commentRss>http://panyingkul.com/prototype1/2006/08/01/mandiri-di-negeri-rawan-bencana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
